Pelajaran 1
Bersihkan hati dengan banyak menebut kalimat toyyibah
Istighfar
Umat Islam mengucapkan kalimah tayyibah Astagfirullahalal Azim ketika umat Islam berbuat kesalahan dan dosa. Ucapan kalimah tayyibah istighfar merupakan bentuk taubat seseorang. Karena Astagfirullahal Azim artinya “aku mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung”. Firman Allah;
ان الله يحب التوابين ويحب المتطهرين (222)
Artinya: Sesungguhnya Allah Swt. mencintai orang-orang yang bertaubat dan
orang-orang yang bersuci (QS. Al Baqarah [2]: 222).
Di dalam kitab suci al-Quran, Allah Swt. memerintahkan kepada hamba-Nya untuk membaca istigfar, karena dengan senantiasa beristigfar, Allah Swt. memberikan rahmat-Nya, seperti; hujan yang lebat, rezeki yang banyak dan nikmat lainnya. Firman Allah Swt.;
فقلت استغفروا ربكم انه كان غفارا (10) يرسل السماء عليكم مدرارا (11) ويمددكم بأموال وبنين ويجعل لكم جناة ويجعل لكم انهارا (12)
Artinya: Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (QS. Nuh [71]: 10-12)
Sebagai umat Nabi Muhammad Saw. hendaknya membiasakan membaca istigfar, karena Nabi Muhammad Saw. yang ma’shum dan dijamin masuk surga setiap sehari malam membaca istigfar 100 kali, sebagaimana SabdaNya;
يا ايها اناس توبوا الى الله واستغفروه فإني اتوب في اليوم مئة مرة (رواه مسلم)
Artinya: Wahai sekalian manusia bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali (HR. Muslim).
Umat Islam yang gemar dan membiasakan membaca istigfar akan memperoleh banyak manfaat. Diantara manfaat tersebut adalah:
a. Hati menjadi tenang
Tidak ada seseorang yang sengaja berbuat salah dan dosa. Karena tidak ada manusia yang menginginkan dirinya celaka dan dimurkai Allah Swt. Namun, apabila manusia terjerumus kepada perbuatan salah dan berdosa maka manusia harus segera bertaubat dengan mengucapkan istigfar (Astagfirullahalal Azim), menyesali atas perbuatan salah dan dosa, bertekad tidak akan mengulangi serta segera mengganti dengan perbuatan baik. Tidak boleh menunda dalam bertaubat.Setiap umat manusia berbuat kesalahan dan dosa, kemudian segera bertaubat dengan membaca istigfar, hati menjadi tenang. Sebaliknya orang yang yang menunda bertaubat karena bersalah dan berdosa hati menjadi gelisah dan penuh beban.
b. Diampuni salah dan dosanya oleh Allah Swt.
Allah Swt. berjanji akan mengampuni setiap hamba yang bersalah dan berdosa, kemudian segera bertaubat dan tidak mengulangi kembali.
c. Diberikan kelapangan rizeki.
Seseorang yang membiasakan mengucapkan istigfar, Allah Swt. akan menghilangkan kesedihan, memberi jalan keluar dari segala bentuk kesulitan. Bahkan Allah Swt. memberikan kelapangan rezeki. Sebagaimana Rasulullah Saw. bersabda:
من لزم الاستغفار جعل الله له من كل هم فرجا ومن كل ضيق مخرجا ورزقه من حيث لا يحتسب (رواه ابو داود)
Artinya: Barangsiapa senantiasa beristigfar, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya kelapangan dan untuk setiap kesempitannya jalan keluar dan akan diberi-Nya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka (HR. Abu Daud)
d. Terbiasa membaca istigfar
Seseorang yang setiap berbuat kesalahan dan melakukan dosa mengucapkan istigfar, akan menjadi seorang hamba Allah Swt. yang terbiasa mengucapkan kalimah tayyibah (Astagfirullahalal Azim) dalam kehidupan sehari-hari.
Sungguh luar biasa kan? Karena manfaat yang luar biasa, ayo kita biasakan untuk membaca istigfar. Kita hiasi lisan ini setiap hari dengan kalimah tayyibah dengan membaca istigfar Tetapi melupakan tata-caranya. Bagaimana tata- caranya?Agar di dalam mengucapkan kalimat tayyibah dapat memberikan manfaat, yakni terampuni kesalahan dan dosa kita, maka perhatikan tata caranya berikut:
a. Mengerti dan memahami makna kalimat tayyibah (Astagfirullahal Azim)
b. Meyakini hikmah mengucapkan kalimat tayyibah (Astagfirullahal Azim)
c. Selalu diucapkan setiap berbuat kesalahan dan dosa
d. Membiasakan diri mengucapkan kalimat tayyibah (Astagfirullahal Azim)
e. Ketika melakukan kesalahan atau dosa, segera mengucapkan kalimat tayyibah (Astagfirullahal Azim), termasuk ketika melihat orang lain berbuat kesalahan atau dosa
f. Di dalam mengucapkan kalimat tayyibah (Astagfirullahal Azim) dilakukan secara ikhlas dan terus-menerusMeniru sikap Rasulullah Saw. yang setiap bangun tidur beristigfar 70 kali. Bahkan di dalam hadis lain 100 kali. Padahal Rasulullah Saw. adalah manusia maksum dan dijamin masuk surga. Namun begitu hebat istighfarnya kepada Allah.
Pelajaran 2: Mengenal Allah melalui Asmaul husna
Mengenal sifat Al-Qowiyy (القوي)
Allah Swt. Bersifat Al-Qowiyy yang artinya Maha Kuat. Allah Swt dengan sifat Al-Qawiyy akan memberikan kekuatan kepada hamba-Nya yang memperjuangkan kebenaran. Sebagaimana firman Allah Swt.
يا ايها الذين آمنوا إن تنصروا الله ينصركم ويثبت اقدامكم (7)
Artinya: Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad[47]: 7).
Mengenal sifat Al-Hakiim (الحكيم)
Allah Swt bersifat Al-Hakiim yang artinya Allah Maha Bijaksana. Bentuk sifat bijaksana Allah terhadap mahluknya, khususnya kepada manusia adalah telah menciptakan dengan bentuk yang terbaik dibandingkan mahluk lainnya termasuk kemuliaannya. Allah lebih memuliakan manusia dibandingkan mahluk lainnya termasuk malaikat. Sebagaimana firman Allah Swt.
ولقد كرمنا بنى آدم وحملنا هم فى البر والبحر ورزقنا هم من الطيبات وفضلنا هم على كثير ممن خلقنا تفضيلا (70)
Artinya: Dan sungguh, kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan kami angkut mereka di darat dan di laut, dan kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka di atas banyak mahluk yang kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. (QS. Al-Isra [17]: 70).
Mengenal sifat Al-Musawwir (المصور)
Allah bersifat Al- Musawwir yang artinya Allah maha pemberi bentuk terhadap mahluk-Nya. Seperti contohnya ada hewan berkaki empat seperti kuda, hewan berkaki dua seperti ayam dan hewan yang melata seperti ular. Contoh dalam manusia adalah seperti ada yang berkulit putih, sawo matang hitam, berambut lurus, keriting dan sebagainya. Itu semua menunjukkan bahwa Allah Swt adalah Dzat yang Maha Pemberi bentuk yang paling smpurna terhadap mahluk-Nya. Tidak ada satupun yang mampu menandingi-nya, sebagaimana firman Allah Swt.
هو الله الخالق البارئ المصور له الا سماء الحسنى يسبح له مافى السماوات والارض وهو العزيز الحكيم (24)
Artinya: Dialah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, yang mempuyai nama–nama yang baik. Bertasbih (memuji) kepada-Nya apa yang ada di langit dan bumi. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr[59]: 24).
Mengenal sifat Al-Qodir (القدير)
Allah Swt. Bersifat Al-Qodir yang artinya Maha Kuasa. Sifat maha kuasa Allah tidak terbatas. Allah Maha Kuasa untuk menciptakan segala sesuatu yang dikehendaki. Tidak ada yang mampu membatasi kekuasaan Allah Swt. Sehingga sangat berbeda dengan kekuasaan manusia yang sangat terbatas. Oleh karena itu, jika manusia sedang berkuasa tidak boleh sombong dan dipergunakan untuk menindas yang lemah. Karena kekuasaan hanya titipan dari Allah yang suatu saat akan diambil kembali oleh Allah Swt. Karena hakekatnya yang maha berkuasa hanyalah Allah Swt. Sebagaimana dalam firman-Nya;
والله خلق كل دابة من ماء فمنهم من يمشى على بطنه ومنهم من يمشى على رجلين ومنهم من يمشى على أربع يخلق الله ما يشآء ان الله على كل شيء قدير (45)
Artinya: Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air maka semua bagian itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan pa yang dikehendakin-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. An-Nur[24]: 45).
Pelajaran 3: Indahnya beriman kepada qada dan qadar
Pengertian Qada dan Qadar Allah Swt.
Allah Swt. yang menciptakan semua makhluk termasuk manusia. Disamping Allah Swt. menciptakan makhluk Allah Swt. juga yang menetapkan hal-hal yang berkaitan dengan setiap makhluk tersebut, seperti: berapa umurnya, bagaimana rezekinya, kapan matinya dan siapakah jodohnya.
Umat Islam wajib meyakini terhadap Qada dan Qadar Allah Swt. Karena merupakan rukun iman ke-6. Segala sesuatu yang belum terjadi dan berkaitan dengan kalian, itulah namanya Qada. Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan kalian yang sudah terjadi dinamakan Qadar. Qada adalah ketentuan Allah Swt. yang berkaitan dengan makhluk yang telah ditetapkan sejak zaman azali, yaitu zaman sebelum adanya alam semesta. Sedangkan Qadar adalah ketentuan Allah terhadap makhluk-Nya yang sudah terjadi. Qada dan Qadar lazim disebut sebagai takdir Allah Swt. dan merupakan rahasia Allah Swt. Sebab tidak seorangpun yang dapat mengetahuinya. Kita tidak tahu bagaimana nasib kita yang akan datang, kecuali setelah terjadi. Semua adalah milik Allah Swt., sebagaimana firman-Nya:
الذى له ملك السماوات والارض ولم يتخذ ولدا ولم يكن له شريك فى الملك و خلق كل شىء فقدره تقديرا (25)
Artinya: Yang kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi dan Dia tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya dan Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya ( segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah dilengkapi dengan naluri, sifat-sifat dan fungsi masing-masing dalam hidup) (Q.S. al Furqan [25]: 2).
Perbedaan antara Qada dan Qadar Allah Swt.
Apabila kalian cermati antara Qada dan Qadar itu berbeda walaupun sama-sama ketetapan Allah Swt. terhadap makhlukNya. Perbedaan itu adalah kalau Qada segala ketetapan Allah Swt. terhadap makhlukNya yang masih dalam tulisan (suratan takdir) karena belum terjadi. Qada bersifat sangat rahasia tidak ada yang mengetahui kecuali Allah Swt. Contoh; nasib manusia yang akan datang. Sedangkan Qadar adalah ketetapan Allah Swt. terhadap makhluk-Nya yang sudah terjadi. Sehingga manusia sudah mengetahuinya, seperti: waktu yang berlalu baik menyenangkan atau menyedihkan. Semua yang telah terjadi adalah atas kehendak Allah Swt. termasuk tidak ada selembar daun yang lepas dari tangkainya kecuali kehendak dari Allah Swt. Sebagai umat Islam kita harus meyakini bahwa segala sesuatu pasti datang dari Allah Swt. dan pada saatnya akan kembali kepada Allah Swt.
Dalil tentang Qada dan Qadar Allah Swt.
Umat Islam wajib hukumnya untuk beriman kepada Qada dan Qadar Allah Swt. Sehingga hukumnya kafir apabila umat Islam tidak beriman kepada Qada dan Qadar Allah Swt. Dasar perintahnya adalah:
Allah menciptakan berdasarkan qadar.
انا كل شىء خلقناه بقدر (49)
Artinya: Sesungguhnya Kami menciptakan setiap sesuatu menurut Qadar (yang telah ditentukan) (QS. Al-Qamar [54]: 49)
qada dan qadar telah tertulis di Lauhil Mahfuzh.
ما اصاب من مصيبة فى الارض ولا فى انفسكم الا فى كتاب من قبل أن نبرأها إن ذلك على الله يسير (22)
Artinya: Tiada suatu bencana apapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah mudah bagi Allah (QS. Al- Hadid [57]: 22)
Contoh Qada dan Qadar Allah Swt. bagi manusia banyak sekali.
Diantara yang dialami oleh manusia yang masih hidup di dunia adalah:
NO
Qada
NO
Qadar
1.
Belum meninggal
1.
Jenis kelamin
2.
Belum di Alam Kubur
2.
Diberikan hidup
3.
Belum mengalami Alam Akhirat
3.
Hidup di dunia
Perbedaan antara takdir Muallaq dan takdir Mubram.
Istilah Qada dan Qadar dalam kehidupan manusia, lazim disebut takdir. Dan apabila dilihat pengaruh usaha manusia, takdir dapat dibedakan menjadi macam, yaitu; takdir muallaq dan takdir mubram.
Takdir Muallaq
Takdir Mubram
1.
Pengertian: Takdir Muallaq adalah takdir yang dapat diubah oleh usaha manusia.
1.
Pengertian: Takdir Mubram adalah takdir yang tidak dapat diubah oleh usaha manusia.
2.
Contoh Takdir Muallaq: Orang yang sakit dengan berobat menjadi sembuh, orang miskin bekerja keras menjadi kaya, anak yang nilai ulangan setelah belajar tekun menjadi bagus dan sejenisnya.
2.
Jenis kelamin manusia, datangnya kematian manusia, jodoh manusia dan lainya.
Manfaat beriman kepada Qada dan Qadar Allah
Umat Islam yang meyakini terhadap Qada dan Qadar Allah Swt., maka akan memperoleh manfaat:
Mendorong semangat berusaha
Seseorang yang semangat berusaha seperti: pelajar selalu tekun belajar,
seorang bekerja keras dan sejenisnya, Allah Swt. akan memberikan hasil yang maksimal seperti: menjadi pandai, kaya dan sukses. Karena sesungguhnya manusia sendiri yang akan merubah nasibnya. Firman Allah Swt.
ان الله لايغيرما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم (11)
Artinya: Sesungguhnya Allah Swt. tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Q.S Ar-Ra’d [13 ]: 11).
Mendorong manusia ikhlas dan rida atas ketetapan Allah Swt.
Allah Swt. menetapkan segala sesuatu terhadap makhluk-Nya adalah yang
terbaik untuknya. Karena itu manusia harus ikhlas dan rida atas pemberian
Allah Swt. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam hadis qudsi:
قال الله تعالى : من لم يرضى بقضائى وقدرى ولم يصبر على بلا ئى فليلتمس ربا سواي. (رواه الطبرانى)
Artinya: Allah Swt berfirman: Barang siapa tidak rela dengan qada dan qadar-Ku dan tidak sabar terhadap bencana yang Aku timpakan atasnya maka hendaknya ia mencari Tuhan selain Aku (HR. Thabrani).
Mendorong manusia senantiasa bersyukur dan bertawakkal kepada Allah Swt. Dengan bersyukur atas pemberian Allah Swt. Allah akan memberikan kemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari. Dan sikap kufur atas pemberian Allah Swt. membuat Allah murka, sebagaimana firman Allah Swt.:
واذ تأ ذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم ان عذابى لشديد (7)
Artinya: Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (Q.S. Ibrahim [14]: 7).
Pelajaran 4: Berhias diri dengan ahlak terpuji
Pengertian, Dalil, Manfaat, dan contoh Tanggung Jawab
Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah berkewajiban menanggung,memikul,menanggung segala sesuatunya dan menanggung akibatnya.Tanggung jawab merupakan kesadaran manusia terhadap tingkah laku atau perbuatan yang di sengaja maupun tidak disengaja.Tanggung jawab merupakan perwujudan dari sifat Amanah,artinya dapat dipercaya,sehingga tanggung jawab bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup manusia bahwa setiap manusia dibebani tanggung jawab.Tanggung jawab adalah kewajiban yang harus dilakukan sebagai akibat perbuatan yang dilakukan.
Tanggung jawab menjadi ciri manusia yang beradap.Manusia harus bertanggung jawab karena menyadari akibat baik buruk danperbuatannya,sikap tanggung jawab harus dibiasakan setiap hari dengan cara:
Selalu ingat kepada Allah bahwa segala perbuatan yang dilakukan di dunia akan dimintai pertanggung jawaban
Menyadari betapa beratnya amanah yang diberikan kepada manusia
Menyadari akibat buruk yang timbul dari sikap tidak bertanggung jawab
Berani mengakui kekurangan sendiri
Siap menerima resiko apapun dari kesalahan yang dilakukan
Dalil Tanggung Jawab
Agama islam memerintahkan kepada manusia agar bertanggung jawab terhadap perbuatannya.Bahkan Allah pun akan meminta pertanggung jawaban kepada setiap manusia kelak pada hari kiamat terhadap apa yang dilakukan selama hidup di dunia.Allah berfirman :
كل نفس بما كسبت رهينة
Artinya:Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.
Manfaat Tanggung Jawab
Dipercaya Orang lain
Semakin bertanggung jawab seseorang,makin sebanyak manusia prcaya pada dirinya .sebaliknya,semakin manusia lari dari tanggung jawab orang lain tidak percaya kepada dirinya.
Menjadi manusia yang berguna
Dengan tanggung jawab banyak manusia percaya akan dirinya,dan semakin banyak orang percaya maka semakin bermanfaat dirinya kepada orang lain,ini termasuk ciri manusia yang terbaik,sebagaimana nabi Muhammad saw.bersabda:
( رواه البخا ري و مسلم ) خير الناس انفعهم لناس
Artinya: Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain (HR.Bukhori Muslim).
Memperoleh pahala dari Allah
Karena tanggung jawab merupakan perintah dari Allah swt.maka manusia yang melakukan akan memperoleh pahala dari Allah swt.Berapa banyak pahala yang diterima oleh manusia? Tentu akan sesuai dengan besar atau kecilnya tanggung jawab .
Contoh Tanggung Jawab
Ada beberapa contoh Tanggung jawab ,kalian pasti pernah melakukan,Apakah itu?coba ingat kembali,Misalnya ada seorang anak kecil yang bermain dengan alat - alat permainannya.Setelah selesai bermain ia diminta oleh orang tua agar menata dan mengembalikan Alat-alat bermain ditempat semula, ketika ada seorang teman kalian meminjam buku perpustakaan ,setelah habis batas waktu harus dikembalikan atau ketika menggunakan buku perpustakaan ada halaman yang sobek maka ia menggantinya dan masih banyak lainnya. Ini semua merupakan contoh tanggung jawab.
Pengertian, Adil , Manfaat ,dan Contoh
Pengertian Adil
Adil berasal dari bahasa Arab yang berada di tengah-tengah, jujur,dan tulus. Menurut istilah adil berarti suatu sikap yang bebas dari ketidakjujuran .Dengan demikian orang yang adil adalah orang yang berbuat sesuai aturan hukum baik hukum agama, hukum positif (Hukum Negara) maupun hukum sosial (Hukum adat),yang berlaku. Allah SWT.memerintah manusia bersikap adil ,ebagaimana firman Allah SWT.
ان الله يحب المقسطين
Artinya:Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil
(Qs. Alhujarat (49):9)
Orang yang adil selalu bersikap netral ,artinya sikap yang tidak memihak kecuali kebenaran .Bukan berpihak karena pertemanan,persamaan suku, bangsa maupun agama.keterpihakan kepada sesuatu yang tidak benar dilarang oleh ajaran islam.Allah swt menegaskan bahwa kebencian terhadap suatu golongan,atau individu,janganlah menjadi pendorong untuk bertidak tidak adil.
Mengapa islam menganggap sikap adil sangat penting ? salah satu tujuan utama islam adalah membentuk masyarakat yang menyelamatkan ,yang membawa rahmat,kepada seluruh alam semesta dengan makna: pertama, seorang muslim harus bersikap Adil dan jujur kepada diri sendiri,kerabat dekat,kaya dan miskin.penilain, kesaksian,dan keputusan hukum hendaknya berdasarkan kepada kebenaran walaupun kepada diri sendiri.
Kedua ,keadilan adalah milik seluruh umat manusia tanpa memandang suku,Agama,status jabatan ataupun tingkatan sosial .oleh karena itu seorang muslim wajib menegakkan keadilan hukum dalam posisi apapun,baik sebagai hakim, jaksa ,polisi ,maupun saksi.
Ketiga, di bidang yang selain persoalan hukum, keadilan bermakna bahwa seorang muslim harus dapat membuat penilaian apa adanya dan kritis kepada siapapun. Mengakui adanya kebenaran,kebaikan, dan hal-hal positif yang dimilki kalangan lain yang berbeda agama,suku dan bangsa,dan dengan lapang dada membuka diri untuk belajar secara bijaksana.
Dalil Tentang Adil
Umat islam wajib mencontoh sikap adil Rasulullah SAW,tekad Rasulullah SAW, terhadap keadilan ,sebagaimanan dalam ungkapan beliau:
لو ان فا طمه ابنت محمد شرقت لقطعت يدا ها
Artinya: Seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri ,maka akan aku potong tangannya (HR.Muslim)
Manfaat Adil
Seseorang yang bersikap adil akan mendatangkan banyak manfaat, antara lain:
Mendatangkan Ridha Allah
Memperoleh keberhasilan dalam Hidup
Memperoleh Kegembiraan Batin
Disenangi Banyak Orang
Memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat
Terwujudnya masyarakat yang aman ,tentram, dan daamai.
Contoh Adil
Banyak sekali contoh adil yang ada disekitar kita.Tahukah kalian dalam hal itu? Masih ingatkah kalian ketika ada teman membuang sampah disembarang tempat,kemudian ditegur oleh bapak atau ibu guru agar diambil dan dibuang ditempat sampah? Itu adalah bagian dari contoh adil .karena adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Pengertian,Dalil,dan Manfaat dan Contoh sifat Bjaksana
Pengertian Bijaksana
Bijaksana artinya selalu menggunakan akal budinya dengan berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya, arif,atau tajam pikiran.
Bijaksana dapat berarti pandai ,cermat,dan hati-hati ,teliti, dan sebagainya.Bijaksana adalah suatu kecakapan menggunakan akal budinya apabila menghadapi kesulitan.Bijaksana dapat pula diartikan menyelesaikan masalah berdasarkan kebenaran dan tidak hanya mengikuti keinginan hawa nafsu saja.
Umat islam diperintahkan oleh Allah swt agar bersifat bijaksana.Artinya ketika hendak ketika hendak melakukan sesuatu dipikirkan terlebih dahulu dengan cermat agar tidak terjerumus kepada kesalahan.karena itu, umat islam tidak boleh bersifat tergesa-gesa karena itu, umat islam tidak boleh bersifat tergesa-gesa karena tergesa-gesa itu perbuatan manusia. Dan setan selalu mendorong manusia untuk berbuat buruk, sehingga setan menjadi musuh bagi manusia.Firman Allah swt.
ان الشيطان للاءنسا ن عد و مبن
Artinya:Sesungguhnya setan terhadap manusia musuh yang nyata(Qs.yusuf:5)
Cara untuk bersikap bijaksana dalam kehidupan sehari-hari dapat dilatih dan ditumbuhkan melalui :
Perenungan dengan upaya mengerti dan menghayati pentingnya sikap bijaksana.
Meniru dari contoh sikap bijaksana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW,sepeti sikap nabi ketika mengembalikan Hajar Aswad ke tempat semula.
Mengamalkan dan membiasakan dalam kehidupan sehari-hari
Dalil tentang Bijaksana
Ada beberapa dalil yang memerintahkan kepada umat islam untuk bersikap bijaksana,antara lain sebagaimana firman allah swt.
ادع الى سبيل ربك با الحكمة و الموعظة الحسنة وجا د لهم با لتي هي احسن
Artinya: Serulah dengan jalan tuhan kamu dengan hikmah,bijaksana,dan nasihat yang baik dan bantaahlah mereka dengan yang lebih baik(Qs.An-Nahl :125)
Manfaat Bijaksana
Umat islam yang memiliki sikap bijaksana ,akan memperoleh manfaat yang banyak sekali ,antara lain:
Dapat terlaksana suatu undang-undang,karena orang bijaksana selalu berbuat sesuai undang-undang sehingga terwujudnya keselarasan hidup bagi masyarakat.
Dapat mewujudkan sikap disiplin
Dapat menegakkan sesuatu yang haq karena perilaku bijaksana akan menimbulkan kebaikan dan kebaikan akan menghasilkan kebenaran.
Dapat melaksanakan kewajiban,karena orang yang bijaksana selalu mengutamakan pelaksanaan kewajiban
Dapat mewujudkan sikap adil,karena orang yang bijaksana secara otomatis bersikap adil.keduanya merupakan sifat yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.
Contoh Sifat Bijaksana
Masih ingatkah kalian peristiwa pemberian gelar Al-amin kepada Nabi Muhammad ?ketika nabi Muhammad saw.berumur 35 tahun telah terjadi perombakan pembangunan ka’bah oleh pemuka-pemuka Quraisy.namun dalam hal meletakkan hajar aswad ketempat semula,terjadi perselisihan siapa yang berhak meletakkan hajar aswad ke tempat semula tersebut.sehingga terjadilah pertikaian dan pertengkaran dalam persoalan ini.
Dalam keadaan demikian datanglah Rasulullah saw dan memberikan ide cemerlang .Nabi berkata ‘’bagaimana kalau siapa yang lebih dahulu besok pagi memasuki masjid maka dialah yang berhak meletakkan Hajar Aswad itu ketempat semula.para pemuka Quraisy menyepakati usulan Nabi tersebut.Dan ternyata yang datang pertama kali ke masjid adalah Nabi Muhamad saw, berarti Nabi Muhammad saw yang berhak memindahkan Hajar Aswad tersebut ketempat semula. Inilah contoh sikap bijaksana yang harus dicontoh oleh umat islam.
Pelajaran 5: Menghindari ahlak tercela
Pengertian ,Larangan,Akibat dan Cara Menanggulangi Sifat Marah
Pengertian Marah
Marah atau ghadab adalah luapan perasaan seseorang yang tidak senang karena sesuatu. Mungkin karena dihina sehingga tersinggung karena dibohongi seseorang atau karena keinginan tidak tercapai atau sebab lainnya.
Ciri-ciri orang yang Marah :
Muka dan matanya tampak merah
Mulutnya berdesir
Tangannya gemetar
Mengeluarkan kata-kata kotor
Melakukan sesuatu yang merugikanmemukul,melempar,membanting dan sejenisnya
Sebaiknya cara mengendalikan marah,ketika hendak marah maka silahkan duduk ,ketika sedang berhadapan dengan seseorang yang kalian marahi segera tinggalkan orang tersebut,dan ketika terasa mau marah segera mengambil air wudhu dan segera melakukan sholat.karena sifat marah seperti bara api dan api akan lenyap dengan air. Nabi bersabda:
ان الغضب من الشيطان و ان الشيطا ن خلق من النا ر وانما تطفاء النار با الماء فاء دا غضب احدكم فا اليتوضاء ( رواه احمد )
Artinya: Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan diciptakan dari api dan api bisa dipadamkan dengan air,Apabila kalian marah hendaknya dia berwudhu.
Larangan Marah
Ajaran islam melarang seseorang berbuat marah.Marah tidak ada manfaatnya sedikitpun.Bahkan marah hanya akan menyisakan segudang kerugian.karena itu jauhi dan tinggalkanlah sifat marah,Nabi bersabda:
الا وان الغضب جمرة فى قلب ابن اد م اما رايتم الى حمرة عينيه و انتفاخ اوداجه فمن احس بشيء من دالك فلىصفق با الاءرض
Artinya : Ketauhilah,bahwasannya marah adalah kobaran api yang tersembunyi dalam hati anak adam.Tidaklah kalian lihat kemarah-marahan matanya dan kegembungan urat lehernya ? karena siapa saja yang merasakan hal ini (marah) hendaklah ia membenamkan ke bumi.
Akibat Marah
Menanamkan Permusuhan
Hancurnya sesuatu
Munculnya kata-kata kotor yang menyakitkan
Membuat orang lain tidak menyukai
Dimurkai Allah
Cara Menanggulangi Marah
Segera memohon pertolongan kepada Allah Swt.dengan membaca taawudz
Diam dan Menjaga Lisan
Mengambil Posisi Lebih Rendah
Selalu mengingat kepada Hadis
Pengertian,Larangan,Akibat dan Cara Menghindari Fasiq.
Pengertian Fasiq
Menurut bahasa ,kata fasiq dalam bahasa arab :فاسق berasal dari akar kata fasaqa-yafsiqu-fisqan –fusuqan artinya keluar atau menyimpang dari perintah. Menurut terminologi fasiq adalah orang fasiq maksiat meninggalkan perintah allah dan menyimpang dari jalan yang benar. orang yang fasiq suka melakukan maksiat, meninggalkan perintah allah dan menyimpang dari jalan yang benar atau orang yang mengaku beragama islam akan tetapi senantiasa berbuat dosa dan kemaksiatan.
Larangan Fasiq
Fasiq adalah perbuatan yang sangat dilarang olehajaran islam.karena perbuatan fasiq adalah perbuatan setan yang senantiasa berperilaku menyimpang.
Firman Allah dalam surat Alhujarat ayat 49:
ياايها الدين امنو انجاءكم فاسق بنباء فتبينو ا انتصيبو ا قوما بجهالة فتصبحوا على ما فعلتم ندمين
Artinya:Wahai orang –orang yang beriman jika datang kepada kamu seorang fasiq membawa suatu berita maka selidiikilah(untuk menentukan) kebenaranya supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya )sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan.
Akibat Fasiq
Tidak dipercaya oleh manusia.
Allah swt.tidak memberi petunjuk.
Terancam masuk neraka.
Cara menghindari fasiq
Kembali kepada kitab suci Alquran
Berperilaku Sesuai Aturan Agama
Memahami betapa besar kerusakan/ bahaya akibat fasiq
Pengertian, Larangan, Akibat dan Cara Menghindari Murtad
Pengertian Murtad
Menurut bahasa murtad adalah meninggalkan, atau keluar dari suatu agama. Menurut istilah murtad berarti meninggalkan atau keluar dari agama islam dan memeluk agama lain sehingga hukumnya menjadi kafir. Apabila sudah dinasihati untuk kembali kepada agama islam namun tidak mau kembali maka orang tersebut terkena ancaman dosa besar.
Larangan Murtad
Agama islam menurut Allah adalah agama sempurna,sehingga dalam
Ajaran islam telah lengkap dengan segala aturan kehidupan manusia bahkan telah diridhoi allah.sebagaimana dalam firmannya:
اليوم اكملت لكم دينكم واتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الاءسلا م دينا
Artinya:Pada hari ini telah aku sempurnakan bagi kamu agamamu dan aku cukupkan untukmu nikmatku dan aku rela bagimu islam sebagai agama (Qs.Al-Maidah :3)
Keluar dari agama islam merupakan sikap yang sangat dilarang sehingga pelakunya disebut murtad.sikap ini hukumnya haram dan diancam dengan dosa besar.
Akibat Murtad
Didalam surat Annahl :106 Allah SWT berfirman bahwa seseorang yang sesudah beriman kemudian kafir kepada Allah maka ia akan mendapat murka Allah .karena ia telah menghianati dirinya dan Allah.
Cara Menghindari Murtad
Mempelajari agama islam dengan sebaik-baiknya melalui kegiatan menghayati,meyakini, dan mengamalkan
Menjauhkan diri dari orang-orang yang berperilaku buruk,seperti mabuk,suka membolos,suka berkelahi,dan perbuatan tercela lainnya.
Senantiasa memupuk keimanan dan keislaman denga cara selalu berbuat baik dan gemar beribadah.
Menjauhkan dari tempat-tempat maksiat yang mendorong berbuat tercela,seperti:diskotik,night,club dan sejenisnya.
Pelajaran 6: Indahnya mengalunkan kalimat toyyibah
Mengetahui kalimat thayyibah (Istighfar)
Istighfar artinya pernyataan menyesal dengan sungguh-sungguh memohon ampun atas dosa yang dilakukan baik dosa itu besar maupun kecil dan bertekad untuk kembali taat kepada Allah.setiap manusia di perintahkan untuk beristighfar yaitu untuk mensucikan diri dari dosa baik dosa besar maupun dosa kecil,baik dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja.
Setiap manusia wajib beristighfar sebagai bentuk bertaubat baik kepada allah maupun kepada manusia,jika dosa berkaitan dengan manusia maka manusia harus meminta maaf dengan segera.sedangkan beristighfar sebagai bentuk bertaubat kepada allah hendaklah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.karena stighfar sebagai bentuk berbuat yang terbaik dilakukan dengan penuh ppenyesalan dengan rendah hati dan segera kepada Allah.
Beristighfar sebagai wujud bertaubat sangat diperintahkan oleh Allah kepada manusia,karena Allah merupakan zat yang paling pengampun.sebagaimana firmannya:
وهو الدي يقبل التوبة عن عباده ويعفو ا عن السيئا ت ويعلم ما تفعلون
Artinya: Dan dialah Allah yang menerima istighfar dari hamba-hambanya dan memaafkan kesalahan dan dia mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Qs.assyura :25)
Allah sangat mencintai terhadap hambanya yang senantiasa beristighfar sebagai wujud bertaubat .firman allah swt.
ان الله يحب التو ابين ويحب المتطهرين
Artinya :Sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang beristighfar dan menjaga kebersihan.(Qs.albaqarah :222)
Tujuan Allah memerintahkan kepada manusia agar gemar beristighfar sebagai bentuk betaubat adalah:
Agar manusia senantiasa mencintai kebaikan dan mencegah kemungkaran
Agar manusia bersih dari dosa
Agar manusia dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Menunjukkan bahwa allah bersifat kasih sayang kepada manusia sehingga mengampuni terhadap kesalahan hambanya.
Melafalkan Kalimat Thayyibah(Istighfar)
Kalimat Thayyibah istighfar dilakukan dengan mengucapkan kalimat istighfar .kalimat ini diucapkan setiap saat, sehingga menjadi kebiasaan.kalau kalimat thayyibah istighfar telah dibiasakan maka secara tidak langsung dapat mengendalikan diri untuk tidak mudah berbuat dosa.Apabila terjerumus melakukan dosa mudah dan ringan untuk beristighfar sebagai bentuk bertaubat kepada Allah.
Didalam ajaran islam perintah untuk beristighfar dalam memohon mengharap rahmad dari Allah Swt. Pada saat:
Ketika bersalah atau berdosa
Melihat seseorang berbuat salah atau dosa
Melihat tempat maksiat.
Ada beberapa jenis kesalahan dan dosa yang mendorong manusia untuk mendorong manusia agar segera beristighfar :
Istighfar karena kekafiran
Istighfar karena maksiat
Istighfar karena dosa-dosa besar
Istighfar karena dosa-dosa kecil
Istighfar karena meninggalkan ketaatan kepada Allah
Istighfar karena tidak perduli dengan amal-amal kebaikan.
Apabila umat manusia telah terbiasa istighfar maka umat islam akan memperoleh banyak manfaat. Ada 6 manfaat beristighfar:
Dapat mempelihara kesucian diri
Dapat menjadikan ibadah diterima allah Swt.
Dapat mengerjakan ibadah secara sempurna
Mendapatkan balasan yang baik kelak akhirat
Mendapat petunjuk dan hidayah dari Allah swt.
Pelajaran 7: Mengenal Allah melalui Asmaul husna
Al-Gafur
Kata “Al-Gafur” berasal dari kata ghafara yang artinya Allah maha pengampun. Di dalam kitab suci Al-Quran kata Al Gafur disebut tidak kurang dari 91 kali. Sebagian besar di rangkai dengan nama dan sifat Allah yang lain, sebagian sisanya berdiri sendiri. Dari sekian banyak ayat kata Al-Gafur lebih banyak di sandingkan dengan kata Ar-Rahim. Hal itu Allah swt. Hal itu tersebut sesuai dengan firman Allah swt.
نبئ عبادي اني انا الغفور الرحيم
Artinya : Kabarkan oehmu (Wahai Muhammad) kepada hamba-hamba Ku bahwa sesungguhnya Aku adalah maha pengampun lagi maha penyayang. (QS. Al-Hijr:49).
Dengan sifat al-ghofur Allah bersifat maha pengampun terhadap semua hamba-Nya. Allah swt tidak memiliki sifat dendam kepada hamba-Nya. Termasuk kepada seorang hamba yang suka berbuat dosa besar kalau mau memohon ampun kepada Allah, Allah bersifat terbuka dan pasti mengampuni. Ini sangat berbeda dengan manusia yang masih memiliki sifat dendam terhadap kesalahan seseorang.
Di dalam ajaran islam, umat islam dilarang bersifat pendendam. Sebaliknya harus bersifat pemaaf karena Allah saja yang maha berkuasa bersifat pengampun terhadap hamba-Nya. Sehingga manusia harus meniru sifat Al-Ghafar Allah swt.
Sifat pemaaf ini harus dimiliki oleh setiap manusia karena tidak ada seorangpun yang terhindar dari kesalahan dan dosa. Sehingga apabila ada teman atau siapapun yang berbuat salah kita harus memaafkan dengan segera. Dan tidak boleh menunggu sampai lebaran idul fitri. Karena Allah swt berfirman:
وسارعوا الى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السماوات والارض اعدت للمتقين
Artinya: “Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al-Imran:33).
Sekalipun manusia telah melampaui batas, kalau mau meminta ampunan kepada Allah Swt. Allah tetap mengampuninya. Sebagaimana firman Allah Swt.
قل يا عبادي الذين اسرفوا على انفسهم لا تقنطوا من رحمة الله ان الله يغفر الذنوب جميعا انه هو الغفور الرحيم
Artinya: “Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.Az-Zumar:53).
Meyakini dan meneladani sifat Allah Swt. Al-Gafur sangat bermanfaat terhadap kehidupan kita. Diantaranya :
Semakin yakin untuk tidak melakukan dosa dan maksiat.
Jika melakukan kesalahann atau perbuatan dosa segera meminta ampun kepada Allah.
Mengisi setiap waktu dengan kegiatan baik dan bermanfaat.
Al-Afuwwu
Al-Afuwwu artinya Allah Maha Pemaaf. Allah memberi maaf kepada hamba-hamba-Nya yang berdosa. Allah bersifat al-afuww artinya Allah Maha menghapuskan dosa dan memaafkan perbuatan maksiat. Sehingga menurut Abdurrahman as-Sa’di ketika menafsirkan firman Allah Swt.
ان الله لعفو غفور
Artinya: “Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi maha pengampun” (QS.al-Hajj:60)
Kedua nama Allah antara al-Gafur dengan al-afuwwu memiliki makna yang hampir sama. Namun nama Allah al-Afuwwu memiliki makna lebih mendalam daripada al-Gafur. Karena al-Gafur yang artinya pengampunan lebih bersifat menutupi. Sedangkan al-Afuwwu yang berarti pemaafan lebih bersifat menghapuskan. Allah Swt. Memiliki sifat keduanya sekaligus, yakni bersifat menutupi kesalahan dan dosa juga menghapuskan kesalahan dan dosa.
Dengan kedua sifat tersebut jelas bahwa Allah Swt. tidak memiliki sifat dendam terhadap semua hamba-Nya. Tidak ada lagi catatan-catatan masa lalu terhadap hamba-Nya. Kedua sifat antara memaafkan dengan mengampuni melekat pada zat Allah Swt.
Tidak banyak orang yang dapat memberi maaf sebelum orang lain meminta maaf. Kebanyakan manusia memiliki rasa gengsi. Sehingga tidak mau memberi maaf sebelum orang lain meminta maaf. Padahal Allah Swt. Telah berfirman;
ان تبدوا خيرا او تعفوا عن سوء فان الله كان عفوا قديرا
Artinya: “Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah maha pemaaf, maha kuasa. (QS.an-Nisa:149)
Memberi maaf kepada orang lain yang berbuat salah merupakan sifat kemuliaan. Siapapun yang dapat membiasakan akan memperoleh kemuliaan dari Allah Swt., yaitu Allah memberikan pahala yang besar kepada kita dan kitapun akan terhindar dari berbagai kesulitan hidup
seperti: sulit untuk belajar, sulit bergaul, perasaan takut dan sejenisnya.
Sifat Al-Afuwwu yang artinya Allah Maha Memaafkan mengandung dua pengertian, yaitu :
Pemaafan yang bersifat umum, yaitu pemaafan yang diberikan kepada semua orang yang berbuat maksiat baik dari umat islam maupun dari orang kafir. Mereka tidak ditimpakan siksa ketika bersalah atau berdosa. Bahkan Allah Swt., tetap memberikan rezeki dan kenikmatan yang bersifat dunia.
Pemaafan dan pengampunan yang bersifat khusus, artinya hanya diberikan kepada orang-orang tertentu. Siapakah yang dimaksud orang-orang tertentu? Yaitu orang-orang yang bertaubat nasuha. Yakni orang yang bersalah dan setelah bertaubat tidak mengulangi selamanya. Mereka ini disamping diberi rezeki dan kenikmatan dunia juga diberikan harapan balasan surga dari Allah Swt.
Umat islam yang meyakini dengan sungguh-sungguh dan meneladani sifat pemaaf Allah Swt., dalam kehidupan sehari-hari secara ikhlas akan memperoleh manfaat:
Mendorong manusia untuk meniru sifat Allah al-Afuwwu,sehingga manusia mudah memaafkan kesalahan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan mau memaafkan kesalahan orang lain sebelum ia meminta maaf dengan tanpa merasa gengsi karena itu bentuk kemuliaan.
Mendorong manusia untuk terus beristighfar, yakni meminta ampun kepada Allah Swt., baik berbuat salah maupun tidak. Karena bacaan istighfar termasuk kalimat thayyibah sehingga siapapun yang membiasakannya pasti akan memperoleh kebaikan dan kemuliaan Allah Swt.
Tidak pernah berputus asa terhadap rahmat Allah Swt., karena Allah sangat mudah untuk mengampuni dosa hamba-Nya. pemberiaan maaf ini tanpa dibatasi oleh waktu, tempat, dan umur. Artinya berlaku kapan saja, dimana saja, dan dalam usia berapapun ketika memiliki kesalahan atau dosa dan mau bertaubat kepada Allah Swt.
As-Sabur
Allah bersifat as-Sabur artinya Allah Maha Sabar.
Sifat as-Sabur Allah Swt., terhadap makhuk-Nya dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti: Allah Swt., senantiasa memberi rezeki kepada semua hamba-Nya tanpa pilih kasih walaupun ada diantara hamba-hamba-Nya yang durhaka kepada Allah Swt.
Sifat sabar Allah melebihi segala sifat sabar makhluk-Nya.seperti manusia. Karena Allah memiliki sifat Maha Sabar maka Allah memerintahkan manusia untuk memiliki sifat-sifat sabar. Sehingga Allah mencintai kepada manusia yang sabar sebagaimana firman Allah;
يا ايها الذين امنوااستعينوا بالصبر والصلاة ان الله مع الصابرين
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar.(QS.Al-Baqarah:253)
Menurut Al-Ghazali, sifat as-Sabur yang dimiliki Allah Swt., mengandung makna bahwa Allah tidak bersifat tergesa-gesa sehingga bergegas melakukan sesuatu sebelum waktunya. Tetapi Allah meletakkan sesuatu dengan ukuran tertentu dan dengan aturan-aturan tertentu pula. Allah tidak pula mempercepat sesuatu seperti orang yang tergesa-gesa. Segala sesuatu diletakkan pada tempat dan waktu yang seharusnya.
Sifat sabar Allah harus dicontoh oleh hamba-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Sabar artinya tabah menghadapi ujian atau cobaan. Setiap manusia yang hidup di dunia akan selalu diuji oleh Allah. Sesuai firman-Nya:
كل نفس ذائقة الموت ونبلوكم بالشر والخير فتنة والينا ترجعون
Artinya: setiap yang bernyawa akan merasakan mati kami mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada kami. (QS.Al-anbiya’:35)
Ada empat macam sifat sabar yang harus dimiliki oleh umat islam dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
Sabar dalam meninggalkan perbuatan maksiat
Sabar dalam menjalankan kewajiban agama
Sabar dalam menghadapi ujian, cobaan dan musibah
Sabar dalam mempertahankan kebenaran.
Al-Halim
Al-Halim berarti bahwa Allah Maha Penyantun. Allah memberikan rezeki kepada binatang dan tumbuhan yang kelaparan dengan tanpa pilih kasih. Semua kebutuhan hidup binatang dan tumbuhan selalu dijamin oleh Allah sesuai firman-Nya;
وما من دابة فى الارض الا على الله رزقها ويعلم مستقرها ومستودعها كل في كتاب مبين
Artinya: Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz). (QS. Hud:6)
Oleh karena itu kita harus bersyukur kepada Alllah Swt., karena telah memberikan banyak rezeki kepada kita. Bentuk syukur itu adalah menambah taat dalam beribadah kepada Allah dan selalu berbagi rezeki kepada orang lain.
Allah Maha Penyatun adalah Allah yang selalu memberi kesempatan kepada orang yang berbuat salah untuk menyadari kesalahannya kemudian bertaubat kepada-Nya. Allah sangat sabar dan santun kepada hamba-hamba-Nya. meskipun Allah mengetahui perbuatan dosa hamba-Nya. Allah Swt berfirman;
لايؤاخذكم الله باللغو في ايمانكم ولكن يؤاخذكم بما كسبتق قلوبكم والله غفور حليم
Artinya: Allah tidak menghukum kamu karena sumpah mu yang tidak kamu sengaja, tetapi dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun. (QS.Al-Baqarah: 225)
Manfaaat yang dapat kita ambil dari Allah Swt., bersifat al-Halim dalam kehidupan sehari-hari adalah:
Kita harus berkasih sayang kepada semua makhluk Allah
Mudah memaafkan terhadap seseorang yang berbuat salah
Menjauhakan diri dari orang yang suka amarah
Tidak memutus hubungan silaturrahim dengan orang yang berbuat salah
Pelajaran 8: Belajar dari kisah teladan
Kisah Nabi Ayyub As.
Nabi Ayyub As. (hidup sekitar tahun 1540-1420 SM) adalah salah seorang Nabi yang ditugaskan oleh Allah untuk berdakwah kepada Bani Israil dan kaum Amoria (Aramin) di Haran, Syam. Ia diangkat menjadi Nabi pada tahun 1500 SM. Nabi Ayyub As. Terkenal sebagai seorang nabi yang paling sabar ketika mendapat cobaan dari Allah Swt.
Sebelum Nabi Ayyub mendapat ujian yang berat dari Allah, salah seorang malaikat telah berkata; aku tidak pernah melihat seorang manusia yang hidup diatas bumi Allah yang lebih baik dari Nabi Ayyub As. Dia adalah seorang mukmin sejati dan ahli ibadah yang tekun. Walaupun memiliki harta yang banyak dipergunakan untuk menolong fakir miskin. Sehari-harinya senantiasa untuk sujud kepada Allah dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diterimanya.
Percakapan para malaikat yang memuji-muji Nabi Ayyub didengarkan oleh iblis. Sehingga iblis segera mendatangi Nabi Ayyub untuk menggodanya dengan berbagai cara. Diantara cara yang dilakukan oleh iblis adalah menghasut Nabi Ayyub As., seraya berkata; wahai tuhan, sesungguhnya Ayyub yang menyembah, bertasbih, dan bertahmid menyebut nama-Mu, sebetulnya ia tidak ikhlas dan tidak setulus hati karena cinta dan taat pada-Mu. Ia melakukan karena takut akan kehilangan semua kenikmatan yang telah Engkau berikan. Lalu Allah berfirman: “sesungguhnya Ayyub adalah seorang hamba-Ku yang taat kepada-Ku. Ia seorang mukmin sejati apa yang ia lakukan untuk mendekatkan dirinya kepada-Ku semata-mata didorong oleh iman yang teguh dan bulat kepada-Ku. “silahkan iblis untuk menggoda Nabi Ayyub yang terkenal sebagai seorang yang beriman dan bertakwa walaupun Kami uji dengan kemiskinan.
Iblis pun menyamar sebagai seorang laki-laki dan mendatangi Nabi Ayyub seraya berkata: “sungguh malang nasibmu wahai Ayyub, dulu kamu orang kaya sekarang kamu miskin. Kasihan sekali dengan kamu.” Tetapi Nabi Ayyub menjelaskan dengan penuh ketabahan. “segala puji bagi Allah, Allah telah memberikan kepadaku nikmat dan nikmat itu adalah milik Allah sehingga apabila Allah menghendaki sewaktu-waktu nikmat dapat diambil kembali oleh Allah Swt.
Ketika Allah menguji lagi ketabahan Nabi Ayyub dengan kematian anak-anaknya yang shaleh pada saat terjadi gempa bumi yang dahsyat iblispun datang iblis pun datang kembali untuk menghasut Nabi Ayyub seraya berkata: “Wahai Ayyub apa yang ada padamu hartan benda dan anak-anak kamu semuanya telah diambil kembali oleh Allah. Nabi Ayyub menjawab dengan penuh rendah hati, “anak-anak itu adalah milik Allah. Dia menghidupakan dan Dia juga yang mematikan. Segala puji bagi Allah.” Nabi Ayyub tidak berputus asa kepada Allah Swt., walaupun telah kehilangan segala-galanya sepanjang tidak kehilangan cinta kepada Allah Swt. Karena dengan ujian yang bertubi-tubi tersebut, Nabi Ayyub bagaikan emas semakin digosok semakin berkilau dan cemerlang karena Nabi Ayyub semakin yakin bahwa semua yang terjadi adalah ujian dari Allah Swt. Namun iblis pun semakin bersemangat untuk menyesatkan Nabi Ayyub kini gilirannya iblis menemui dan menghasud isteri Nabi Ayyub yang terkenal sangat setia kepada suaminya. Melalui cara yang jitu ini, akhirnya Rahmah isteri Nabi Ayyub terpedaya oleh iblis agar meninggalkan suaminya yakni Nabi Ayyub As.
Sebelum meninggalkan suaminya Rahmah berkata: “Wahai suamiku, sampai kapankah Tuhanmu mengazab mu? Dulu kita senang kita dikelilingi dengan anak-anak yang shaleh dan kesenangan harta benda yang banyak sehingga kita dipandang tinggi oleh masyarakat. Namun kini kita menjadi begini. Mengapa engkau tidak memohon kepada Tuhan wahai suamiku, agar Tuhan membebaskan kita dari segala bentuk kesusahan ini.”
Nabi Ayyub As., memberi jawaban dengan pertanyaan: “Wahai isteriku kau menyesali anak-anak yang telah pergi, harta yang telah habis dan penyakit yang menimpa diriku ini. Aku ingin bertanya, berapa lama Allah memberikan kehidupan yang senang dengan segala harta, kemewahan, anak-anak, dan kesehatan?”. Selama 80 tahun”, jawab Rahmah singkat. Nabi Ayyub bertanya lagi, “Wahai isteriku, berapa lama kita menderita dan sengsara dimuka bumi Allah ini?” selama 7 tahun,” jawab Rahmah. Lalu Nabi Ayyub berdoa kepada Allah dengan rendah hati: “Wahai Allah, aku malu untuk memohon agar Engkau membebaskan aku dari penderitaan dan kesusahan ini. Aku malu, karena nikmat yang telah Engkau berikan kami selama 80 tahun sama sekali tidak sebanding dengan kesusahan yang aku alami selama 7 tahun ini.”
“Wahai Allah, sesungguhnya isteriku telah dihasut setan, sehingga berbuat maksiat, seandainya aku diberikan kesembuhan pasti akan aku cambuk isteriku 100 kali sebagai hukuman. “Wahai isteriku Rahmah, aku sekarang tidak akan makan dan minum kecuali dari tanganku sendiri! Aku tidak akan lagi meminta tolong kamu wahai isteriku, tinggalkan diriku dalam menerima ketentuan Allah Swt.
Dalam kesendirian itu, Nabi Ayyub terus berdoa, sebagaimana Allah Swt berfirman;
وايوب اذ نادى ربه اني مسني الضر وانت ارحم الراحمين 83
فاستجبنا له فكشفنا ما به من ضر واتيناه اهله ومثلهم معهم رحمة من عندنا وذكرى للعابدين 84
Artinya: “Dia (Ayyub As) berdoa kepada Tuhan-Nya: sesungguhnya telah menimpaku bencana, dan Engkau Maha Penyayang diantara Penyayang.Maka kami kabulkan (doa Nabi Ayyub As) dan kami hilangkan bencana Nabi Ayyub As dan kami berikan padanya keluarga seperti sediakala dan hal tersebut merupakan peringatan bagi orang-orang yang beribadah.” (QS. Al-Anbiyaa:83-84).
Doa Nabi Ayyub dikabulkan oleh Allah Swt., sebagaimana firman-Nya;
اركض برجلك هذا مغتسل بارد وشراب
Artinya: (Allah berfirman kepada Ayyub); hentakkanlah dengan kakimu ini (air) yang sejuk ini untuk mandi dan untuk minum”. (QS. Shad:42)
Nabi Ayyub As menghentakkan kakinya ke tanah kemudian memancarlah mata air yang dingin dan diminum serta untuk mandi. Allahu Akbar, penyakit kulit Nabi Ayyub sembuh seketika, seperti dulu kala. Dan ini adalah mukjizat dari Allah Swt., yaitu peristiwa yang luar biasa yang datang dari Allah dan hanya diberikan kepada para nabi dan Rasul Allah Swt.
Terhadap nazar kepada istrinya Allah memberikan kesembuhan akan menambuk istrinya sejumlah 100 kali, Allah berfirman;
وخذ بيدك ضغثا فاضرب به ولا تحنث انا وجدناه صابرا نعم العبد انه
Artinya: Dan ambilah dengan tanganmu seikat (rumput) lalu pukulkan (kepada istrimu) dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya telah kami dapati dia orang yang sabar, (dia) adalah sebaik-baiknya hamba dan sesungguhnya Dia adalah orang yang kembali. (QS.Shad:44)
Akhirnya Nabi Ayyub pulih kembali seperti semula setelah sukses menghadapi segala ujian dan cobaan dari Allah Swt., sehingga dia dikenal sebagai seorang Rasul yang paling sabar.
Dari kisah Nabi Ayyub As., tersebut dapat diambil hikmahnya yaitu :
Kita hendaklah beriman kepada Allah Swt., dengan iman yang benar. yaitu yakin terhadap ketentuan takdir Allah Swt., karena semua manusia adalah milik Allah Swt.
Kita hendaklah sabar dalam menghadapi segala cobaan dari Allah Swt., karena Allah akan senantiasa bersama hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
Ingat dan sadarilah bahwa setiap ada kesusahan pasti ada kegembiraan.
Setiap penyakit pasti ada obatnya.
Rasulullah Saw. telah bersabda yang artinya bahwa Allah telah menurunkan penyakit dan obat dan dijadikan setiap penyakit ada obatnya, berobatlah tetapi jangan berobat dengan benda-benda yang haram (HR. Abu Dawud)
Isteri yang salehah akan senantiasa bersama suaminya dalam keadaaan suka dan duka. Seperti dalam keadaan sakit atau dalam menghadapi berbagai ujian dari Allah Swt
Kisah Nabi Adam As.
Nabi Adam hidup selama 930 tahun (sekitar 3760-2830 SM), sedangkan Siti Hawa lahir ketika Adam berusia 130 tahun. Menurut cerita para ulama Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam sebelah kiri sewaktu dia masih tidur sehingga pada saat dia bangun Hawa sudah berada di sampingnya.
Nabi Adam As, diberi kesempatan oleh Allah untuk tinggal di surga bersama Siti Hawa. Sebagaimana firman-Nya;
وقلنا يا ادم اسكن انت وزوجك الجنة وكلا منها رغدا حيث شئتما ولا تقربا هذه الشجرة فتكون من الظالمين
Artinya: Hai Adam, diamilah kamu dan istrimu surga ini dan makanlah makanan-makanan yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim. (QS. Al-Baqarah:35)
Firman Allah Swt di atas dijadikan peluang bagi Iblis untuk menyesatkan Nabi Adam As. dan Siti Hawa untuk menjadi pengikutnya di neraka. Karena iblis telah durhaka kepada Allah sehingga dengan kesombongannya Allah menghukum Iblis dengan mengusirnya dari surga, keluar dari barisan para malaikat, di kutuk dan laknat oleh Allah Swt. sampai hari kiamat serta iblis dan keturunannya di jamin menjadi penghuni neraka yang abadi.
Menerima hukuman dari Allah Swt., iblis tidak mau bertaubat. Bahkan menampakkan kesombongannya seraya mohon kepada Allah untuk diberikan kehidupan yang kekal hingga kiamat. Allah memperkenankan permohonan itu. dan iblis juga mengancam akan menyesatkan dan membujuk Adam beserta keturunannya dari arah untuk meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang sesat. Allah kemudian berfirman bahwa setan tidak akan sanggup menyesatkan hamba-Ku yang beriman dengan sepenuh hati dan ikhlas.
Dengan tipu daya dan sumpah serapahnya, iblis akhirnya berhasil menjerumuskan Adam dan Hawa untuk mengambil dan memakan buah khuldi. Padahal dilarang Allah Swt., sehingga ketika Adam dan Hawa memakan buah khuldi dari pohon di dalam surga hilanglah semua kenikmatan surga. Tidak ada sedikitpun yang tersisa dari kenikmatan surga tersebut, kecuali simbol kehormatan dari mahkota.
Dalam keadaan demikian, Adam berpaling kepada Hawa seraya menangis dan berkata, bersiap-siaplah kamu untuk keluar dari sisi Allah. Ini adalah awal dari sial yang tergolong maksiat. Hawa berkata, Wahai Adam aku tak menyangka kalau ada makhluk yang berdusta dengan bersumpah atas nama Allah yaitu iblis telah bersumpah kepada keduanya tentang pohon tersebut.
Semenjak Nabi Adam beserta istrinya terus melantunkan doa kepada Allah Swt., dengan ungkapan doa berikut;
ربنا ظلمنا انفسنا وان لم تغفرلنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين
Artinya: Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang rugi. (QS.Al-A’raf:23)
Doa dan taubat Nabi Adam As dan isterinya telah diterima oleh Allah sehingga ketika Adam dan isterinya turun ke dunia telah terampuni dosa-dosa tersebut.
Dari kisah tersebut dapat kita ambil pelajaran yaitu bagi seorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa besar tidak seharusnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah. Rahmat dan ampunan Allah Swt., masih sangat terbuka untuk hamba-Nya. karena itu segera untuk bertaubat dan jangan menunda-nunda waktu. Bertaubat merupakan perintah Allah Swt.
وهو الذي يقبل التوبة عن عباده ويعفو عن السيئات ويعلم ما تفعلون
Artinya: Dan dialah (Allah) menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.As-Syura:25)
Di dalam ajaran Islam telah diterangkan tata-cara bertaubat yang diterima Allah Swt., atau taubatan nasuha. Tata cara tersebut adalah:
Menyesal, menginsafi dan berniat tidak akan mengulangi dosa yang pernah dilakukan.
Beristighfar memohon ampun kepada Allah
Segera beramal kebaikan
Bersyukur terhadap nikmat Allah Swt
Berdoa memohon kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat
Umat Islam yang gemar bertaubat akan memperoleh banyak manfaat, antara lain:
Hati menjadi tenang
Belajar cepat paham dan daya ingat menjadi kuat
Terampuni dosa-dosa oleh Allah Swt
Dicintai oleh Allah Swt
Masuk surga atas ridha Allah Swt.
Pelajaran 9: Berahklak terhadap lingkungan
Pentingnya menanam pohon
Kita mungkin mengeluh dengan cuaca yang panas yang membuat kita tidak bisa berlama-lama di luar. Atau mengeluh pada banjir yang sudah menjadi langganan setiap tahun. Pernahkah kita berfikir bahwa semua berhubungan dengan keberadaan pohon?
Pohon yang mungkin sering menyusahkan kita, karena daunnya yang berserakan. Pohon yang akarnya sering merusak tembok rumah kita. Sehingga kita lebih suka menebangnya. Mungkin kita menyelesaikan masalah kecil ini, tetapi kita malah membuat masalah besar lainnya. Karena ketiadaan pohon menyebabkan iklim menjadi panas dan banjir yang menjadi langganan setiap tahun.
Maka solusi dari masalah besar, yaitu cuaca panas dan banjir adalah dengan menanam pohon, sekaligus mencegah setiap tangan yang akan menebangnya. Kita harus berkata tidak terhadap penebangan pohon dan mulai menanam pohon. Sudahkah kita menanam pohon? Ayo kita segera menanam pohon agar memperoleh banyak manfaat, yaitu:
Mengurangi pemanasan global.
Cuaca yang semakin panas hanya bisa dikurangi dengan menanam pohon. Pohon akan mengurangi emisi karbon, karena jumlah karbon yang meningkat sebagai penyebab terjadinya pemanasan global. Pohon menyerap karbon dan polusi dari udara ini.
Mengurangi banjir.
Pohon adalah tandon air alami. Dengan menanam pohon akan menambah tandon air alami, sehingga bisa mengurangi air yang melimpah selama musim hujan.
Mengurangi biaya istrik.
Dengan menanam pohon di lingkungan kita, akan membuat lingkungan menjadi sejuk. Dan membuat angin yang bertiup ke rumah kita menjadi lebih sejuk sehingga akan mengurangi penggunaan AC atau kipas pendingin di rumah kita.
Menurunkan pencemaran lingkungan.
Pohon berfungsi menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Sehingga keberadaan pohon akan mengurangi polusi dan pencemaran yang ada di lingkungan kita.
Meningkatkan kualitas hidup.
Pohon menciptakan keindahan, kesejukan dan ketenangan. Dengan demikian pohon dapat meningkatkan kualitas hidup bagi yang tinggal di dekatnya. Banyak rumah sakit menanam pohon di sekitar ruangan rawat inapnya karena akan mempercepat proses pemulihan dan pasien menjadi cepat sembuh.
Membuat anak belajar lebih mudah.
Di lingkungan sekolah yang pepohonannya rimbun dan hijau memberik ketenangan bagi anak-anak dalam belajar. Sehingga mudah menghafal dan mempermudah proses belajar. Sebaliknya, lingkungan sekolah yang gersang, udara menjadi panas dan membuat anak gerah serta sulit untuk konsentrasi dalam belajar.
Bahayanya pembalakan liar
Pembalakan liar atau penebangan liar, dalam bahasa inggris illegal logging adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang merupakan bentuk ancaman dan terjadi disekitar perbatasan yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari penguasa setempat.
Pembalak penebangan pohon yang dilakukan seara liar, dapat berakibat terhadap manusia dan kehidupannya. Diantara dampak buruk penebangan pohon secara liar:
Apabila hujan, mudah terjadi tanah longsor karena tanah tidak mampu lagi menahan air seluruhnya tanpa bantuan dari akar pohon.
Mudah terjadi musim kemarau, karena tidak ada lagi akar pohon yang bisa menyimpan cadangan air sehingga tanah menjadi tandus.
Terjadinya pemanasan global (global warming) yang akan mengakibatkan menipisnya lapisan ozon di bumi kita ini. Hal tersebut sangat berbahaya bagi kehidupan manusia.
Memicu punahnya hewan-hewan yang tinggal di hutan, karena tempat tinggalnya (hutan) habis ditebang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Dari dua bacaan di atas, memberika pelajaran kepada kita. Pada bacaan pertama mendorong kita untuk gemar menanam sehingga dapat memberikan banyak manfaat terhadap makhluk lain. Bukankah kita diperintahkan untuk menjadi manusia terbaik, yakni manusia yang dapat memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada pihak lain? Karena itu, mari kita budayakan menanam.
Pada bacaan kedua, mengingatkan kepada kita jangan sekali-kali melakukan pembalakan liar atau pemotongan pohon-pohon secara liar. Karena hanya akan mendatangkan bencana untuk kita sendiri.
Setiap manusia harus bisa menjadi manusia yang terbaik, karena buahnya akan kita petik sendiri. Manusia yang terbaik adalah manusia disamping harus berakhlaq baik kepada Allah Swt., terhadap sesama manusia juga terhadap binatang dan tumbuh-tumbuhan.
Binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda disekitar kita yang tak bernyawa semuanya diciptakan oleh Allah Swt., dan memberikan manfaat kepada manusia. Karena tidak ada sedikitpun ciptaan Allah Swt., yang sia-sia bagi manusia. Firman Allah Swt;
... ربنا ما خلقنا هذا باطلا...
Artinya: … Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan ini sia-sia… (QS. Al-Imran)
Karena itu semua yang ada di lingkungan sekitar kita harus diperlakukan secara baik. Sehingga memberikan manfaat yang sangat baik kepada manusia. Karena hakekat dari semua alam semesta ini adalah untuk manusia. Firman Allah Swt.
وجعلنا لكم فيها معايش ومن لستم له برازقين
Artinya: Dan kami menjadikan bagi kalian di dalamnya (bumi) sumber penghidupan, dan (kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya. (QS.Al-Hijr:20)
Akhlak baik manusia kepada binatang adalah memberi makanan dan minuman sesuai kebutuhan, memberikan lingkungan udara segar, mengobati apabila diserang penyakit dan sejenisnya. Apakah kalian sudah melakukannya? Tentu, sudah kan?
Sedangkan akhlaq baik kepada tumbuh-tumbuhan adalah menyiram dengan air yang cukup, memupuk, dan membasmi hama yang menyerangnya, sehingga tumbuh dengan subur dan dapat memberikan buah segar dan manfaat terbaik untuk kehidupan manusia.
Jangan terjadi sebaliknya, binatang dan tumbuh-tumbuhan yang diperlakukan tanpa akhlaq yang baik,akan memberikan dampak buruk terhadap kehidupan manusia.
Banjir dan tanah longsor terjadi pada musim penghujan. Banjir dan tanah longsor tidak sedikit harus merenggut banyak korban, baik harta maupun jiwa. Banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya, tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan ada sebabnya yaitu ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggungjawab, sebagaimana firman Allah Swt.
ظهر الفساد فى البر والبحر بما كسبت ايديهم
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena apa yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia”. (QS.An-Nur:41)



0 komentar:
Posting Komentar